“Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran dan Berbagai Pendekatan dalam Proses Pembelajaran
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah
Strategi Pendidikan
Dosen Pengampu:Dr.Mu’awanah,M.Pd.Di susun oleh :
1. M.Saikhu Mashar (932111212)
2. Mar’atus sholekah (932111412)
3. Mayis Ramadhani (932111612)
4. Miftahul Jannah (932111912)
KELAS: D
SEMESTER V
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendekatan pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran ini sebagai penjelas untuk mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bagi siswa untuk memahami materi ajar yang disamapikan guru dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam hal kegiatan pembelajaran ini, diharapkan seorang guru dapat menggunakan pendekatan secara bijaksana.Guru perlu menyadari bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing jadi guru harus pandai memilih pendekatan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan belajar mengajar dipengaruhi juga oleh factor-faktor proses pembelajaran.yakni dari factor intern dan ekstern. Kedua factor tersebut sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran dimana hal tersebut dapat menentukan tingkat keberhasilan seorang siswa dalam proses pembelajaran.Oleh karena itu sebelum seorang guru melakukan proses pembelajaran diharapkan agar guru dapat memehami dan mengerti berbagai pendekatan pembelajaran serta factor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pembelajaran?
2. Apa saja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran?
3. Apakah yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran?
4. Apa saja Macam-macam Pendekatan dalam Proses Pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian pembelajaran
Belajar adalah proses perubahan perilaku untuk memperoleh pengetahuan,kemampuan,dan sesuatu hal baru serta di arahkan pada suatu tujuan.Belajar juga merupakan suatu proses berbuat melalui berbagai pengalaman dengan melihat,mengamati dan memahami sesuatu yang di pelajari.Belajar dapat di lakukan secara individu(seseorang melakukanya sendiri) atau dengan keterlibatan orang lain.
Dalam dunia pendidikan, peserta didik yang melakukan proses belajar,tidak melakukanya secara individu tetapi ada beberapa komponen yang terlibat,seperti pendidik atau guru,media dan stategi pembelajaran,kurikulum dan sumber belajar.Dari kata belajar itulah kemudian lahir kata pembelajaran.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,pembelajaran berarti proses,cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.Sedangkan pembelajaran menurut UU Sisdiknas No.20/2003,Bab 1 Pasal 1 Ayat 20 adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.Jadi, pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa,yang berisi serangkaian peristiwa yang di rancang,disusun sedemkian rupa untuk memengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.[1]
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran
Faktor yang mempengaruhi proses belajar banyak sekali tetapi dapat di golongkan menjadi dua golongan saja,yaitu factor intern dan factor ekstern
A. Faktor Intern
Di dalam faktor intern ini akan di bahas menjadi tiga faktor,yaitu:faktor jasmaniyah,faktor spikologis,dan faktor kelelahan.
1. Factor jasmaniyah
a). factor kesehatan
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu,selain itu ia juga akan cepat lelah, kurang bersemangat,mudah pusing ,ngantuk jika badanya lemah.
b). Cacat tubuh
Keadaan cacat tubuh juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran.Cacat tubuh adalah sesuatu yang dapat menyebabkan kurang baik atau kurang sempurnanya mengenai tubuh atau badan.
2. Faktor Psikologis
Sekurang –kurangnya ada tujuh factor psikologis yakni: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan.
a).Intelegensi
Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar.Dalam waktu yang sama ,siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.Walaupun begitu siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum tentu berhasil dalam pelajaranya.Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak factor yang mempengaruhinya, sedangkan intelegensi adalah salah satu factor di antara factor yang lain.[2]
b).Perhatian
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa,maka timbulah kebosanan,sehingga ia tidak suka lagi belajar.
c). Minat
Minat adalah kecederungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.Kegiatan yang diminati seseorang, di perhatikan terus- menerus yang di sertai dengan rasa senang.
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar,karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa,siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya,karena tidak ada daya tarik baginya.
d). Bakat
Bakat atau aptitude adalah kemampuan untuk belajar.Disini bakat juga dapat mempengaruhi belajar.Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya,maka hasil belajarnya pun akan jauh lebih baik.[3]
e). Motif
Motif erat sekali hubunganya dengan tujuan yang akan dicapai,untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak atau pendorongnya.
Maka dari itu motif sangatlah diperlukan di dalam belajar, di dalam membentuk motif yang kuat dalam belajar dapat di lakukan dengan adanya latihan-latihan.
f).Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang,dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus-menerus,untuk itu di perlukan latihan dan pelajaran.Dengan kata lain anak yang sudah siap(matang) belum dapat melaksanakan kecakapanya sebelum belajar.Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan tergantung dari kematangan dan belajar.
3. Faktor kelelahan
Faktor ini juga sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Maka factor tersebut haruslah dihindari karena hal ini menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi.[4]
B. Faktor Ekstern
Faktor ekstern di kelompokkan menjadi 3 faktor
1. Faktor Keluarga
a). Cara orang tua mendidik
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya.Orang tua yang mendidik anaknya dengan memanjakanya ,ataupun mendidiknya dengan keras hal itu adalah cara mendidik yang tidak baik .Maka sebagai orang tua harus mamahami karakter anak dan selalu mendampingi anak dalam proses belajar.[5]
b). Relasi antar anggota keluarga
Sebetulnya relasi antaranggota keluarga ini erat hubunganya dengan cara orang tua mendidik.Uraian cara mendidik orang tua di atas yang selalu memanjakan atau mendidik dengan keras menunjukkan relasi yang tidak baik,relasi yang semacam ini akan menyebabkan perkembangan anak terhambat,belajarnya terganggu bahkan menimbulkan masalah-masalah psikologis yang lain.
c). Suasana Rumah
Suasana rumah yang gaduh atau ramai tidak akan memberikan ketenangan terhadap anak yang belajar.Jadi di perlukan susna rumah yang tenang dan tentram agar anak dapat belajar dengan baik.
d). Keadaan Ekonomi Keluarga
Anak yang sedang belajar selain terpenuhinya kebutuhan pokok,mereka juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar,meja ,kursi,penerangan, alat tulis, buku dll.Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai uang yang cukup.
e). Pengertian Orang Tua
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua .Bila anak sedang belajar jangan di ganggu dengan tugas-tugas rumah. Jika anak mengalami lemah semangat maka orang tua wajib memberikan pengertian dan doronganya untuk membantu kesulitan yang dialami anak.[6]
2. Faktor Sekolah
Faktor sekolah ini mencangkup metode mengajar,kurikulum,relasi guru dengan siswa,relasi siswa dengan siswa,disiplin sekolah,pelajaran dan waktu sekolah,standart pelajaran,keadaan gedung,metode belajar,dan tugas rumah.
a). Metode Mengajar
Metode Mengajar adalah suatu cara / jalan yang lurus yang harus dilalui di dalam mengajar.Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula.Guru yang hanya mengajar dengan metode ceramah saja .Siswa akan menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja.Tetapi guru yang bersifat progresif berani mencoba metode-metode baru maka hal itu akan meningkatkan hasil belajar siswa.
b). Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa.Jelaslah bahwa bahan pelajaran itu mempengaruhi belajar siswa.Kurikulum yang tidak baik akan mempengaruhi belajar siswa.
Kurikulum yang tidak baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat, diatas kemampuan siswa.
c).Relasi Guru dengan Siswa
Di dalam relasi (guru dengan siswa) yang baik,siswa akan menyukai gurunya,juga akan menyukai palajaran yang diberikanya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya. Dan begitupun sebaliknya.
d).Relasi siswa dengan siswa
Siswa yang mempunyai sifat-sifat dan tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain,mempunyai rasa rendah diri,atau sedang mengalami tekanan-tekanan batin,akan diasingkan dari kelompok. Akibatnya akan mengganggu belajarnya. Maka menciptakan relasi yang baik antar siswa adalah perlu,agar dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa.
e). Disiplin Sekolah
Disiplin sekolah harus dilaksanakan oleh seluruh staf sekolah.Dengan demikian seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin maka akan membuat siswa disiplin pula,selain itu juga memberikan pengaruh positif terhdp belajarnya.
f). Alat Pelajaran
Alat pelajaran di butuhkan untuk membantu lancarnya belajar siswa seperti buku-buku di perpustakaan,laboratorium atu media-media lain.Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adlah perlu agar guru dapat mengajar dengan baik sehingga iswa dapat menerima pelajaran dengan baik serta dapat belajar dengan baik pula.[7]
g). Waktu Sekolah
Waktu Sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah. Waktu sekolah juga mempengaruhi belajar siswa.Jika siswa terpaksa masuk di sore hari,sebenarnya hal itu kurang dapat di pertanggungjawabkan.Dimana siswa harus beristirahat tetpi terpaksa masuk sekolah sehingga mereka mendengarkan pelajaran sambil mengantuk.Jadi sebaiknya siswa belajar di pagi hari,pikiran masih segar,jasmani dalam kondisi yang baik.
h). Standar Pelajaran di Atas Ukuran
Guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.Jika guru memberikan pelajaran di atas ukuran standar akibatnya siswa merasa kurang mampu dan takut dan tingkat keberhasilan siswa akan mata pelajaran tersebut rendah.
i). Keadaan Gedung
Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik mereka masing- masing menuntut keadaan gedung memadai.
j). Metode Belajar
Banyak siswa yang melakukan cara belajar yang salah.Maka dalam hal ini perlu adanya pembinaan guru.Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa tersebut.
k). Tugas Rumah
Tugas belajar yang utama adalahdi sekolah,di samping untuk belajar waktu di rumah biarlah di gunakan untuk kegiatan-kegiatan lain.Maka di harapkan guru jangan terlalu banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah,sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk kegiatan yang lain.
3. Faktor Masyarakat[8]
a) Kegiatan siswa dalam masyarakat
Perlulah kiranya membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat supaya jangan sampai mengganggu belajarnya.Jika mungkin memilih kegiatan yang mendukung belajar misalnya kursus bhasa inggris,kelompok diskusi dll
b). Mass Media
Mass media yang baik akan memberikan pengaruh yang baik pula terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya.dan sebaliknya.Maka perlulah kiranya siswa mendapat bimbingan dan control yang cukup bijaksana dari pihak orang tua dan pendidik baik di dalam keluarga,sekolah masyarakat.
c). Teman Bergaul
Pengaruh-pengruh dari teman bergaul siswa lebih cepet masuk dalam jiwanya.Teman yang baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa begitu pula sebaliknya.Agar siswa dapat belajar dengan baik maka perlulah diusahakan agar siswa memiliki teman bergal yang baik.
d). Bentuk Kehidupan Masyarakat
Jika masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar,berjudi,suka mencuri dan mempunyai kebiasan yang tidak baik maka akan berpengaruh jelek kepada anak yang berada di situ dan anak itu akan tertarik untuk berbuat seperti yang dilakukan orang-orang di sekitarnya.[9]
C. Pengertian pendekatan pembelajaran
Menurut Gladene Robertson dan Hellmut Lang (1984: 5). Pendekatan pembelajaran dapat dimaknai sebagai pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap. Pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap dimaknai sebagai suatu Kerangka umum dalam Praktek Profesional guru, yaitu serangkaian dokumen yang dikembangkan untuk mendukung pencapaian Kurikulum.
Hal tersebut berguna untuk: (1) mendukung kelancaran guru dalam proses pembelajaran; (2) membantu para guru menjabarkan kurikulum dalam praktik pembelajaran di kelas; (3) sebagai panduan bagi guru dalam menghadapi perubahan kurikulum; dan (4) sebagai bahan masukan bagi para penyusun kurikum untuk mendesain kurikulum dan pembelajaran yang terintegrasi. [10]
D. Macam-macam Pendekatan dalam Proses Pembelajaran
Sedikitnya terdapat 5 pendekatan pembelajaran yang perlu di pahami guru untuk dapat mengajar dengan baik yaitu:
1. Pendekatan Kompetensi
Kompetensi menunjuk kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan.Setidaknya terdapat beberapa landasan teoritis yang mendasari pendidikan berdasarkan pendekatan kompetensi.Pertama, adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok kearah pembelajaran individual.Melalui pembelajaran individual peserta didik di harapkan dapat belajar sendiri,tidak tergantung pada orang lain.Kedua,Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning)adalah suatu falsafah tentang pembelajaran yang mengatakan bahwa dengan system pembelajaran yang tepat semua peserta didik akan dapat belajar dengan hasil yang baik dari seluruh bahan yang di berikan.Landasan teoritis yang ketiga adalah usaha penyusunan kembali definisi bakat.
Implikasi terhadap pembelajaran adalah sebagai berikut: Pertama,pembelajaran perlu lebih menekankan pada pembelajaran individual meskipun dilaksanakan secara klasikal,dalampembelajaran perlu diperhatikan perbedaan peserta didik.Dalam hal ini ,misalnya tugas diberikan secara individual,bukan secara kelompok.Kedua ,perlu diupayakan lingkungan belajar yang kondusif,dengan metode dan media yang bervariasi yang memungkinkan setiap peserta didik mengikuti kegiatan belajar dengan tenang.Ketiga,dalam pembelajaran perlu diberikan waktu yang cukup,terutama dalam penyelesian tugas/prektek pembelajaran agar setiap peserta didik dapat mengerjakan tugas belajar dengan baik.
2. Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan Keterampilan Proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar,aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan,keterampilan,nilai dan sikap,serta penerapanya dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pengertian tersebut, termasuk diantaranya keterlibatan fisik,mental dan social peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.[11]
3. Pendekatan Lingkungan
Pendekatan Lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar.Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan,sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkunganya.
Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapat pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada dilingkungan sekitar,baik di lingkungan rumah ataupun sekolah.
4. Pendekatan Kontekstual
Pembelajaran Kontekstual (KontextualTeaching and Learning) yang sering disingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata,sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik akan merasakan pentingnya belajar,dan mereka akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipelajarinya.
Dalam pembelajaran kontekstual tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik,dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai.Guru bukan hanya menyampaikan materi berupa hafalan,tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar.Lingkungan belajar yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual,dan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan.
5. Pendekatan Tematik
Pendekatan Tematik (Thematic Approach) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.Oleh karena itu, pendekatan tematik sering juga disebut pendekatan terpadu(integrated).
Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatupadukan serangkain pengalaman belajar,sehingga terjadi saling berhubungan dengan yang lainya,dan berpusat pada sebuah pokok atau persolan.[12]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa,yang berisi serangkaian peristiwa yang di rancang,disusun sedemikian rupa untuk memengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal
1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran
a. Faktor Intern
Di dalam faktor intern ini akan di bahas menjadi tiga faktor,yaitu:faktor jasmaniyah,faktor spikologis,dan faktor kelelahan.
b. Faktor Ekstern
Faktor ekstern di kelompokkan menjadi 3 faktor yakni Faktor Keluarga,Faktor Sekolah,dan Faktor Masyarakat
Pengertian pendekatan pembelajaran menurut Gladene Robertson dan Hellmut Lang (1984: 5). Pendekatan pembelajaran dapat dimaknai menjadi 2 pengertian, yaitu pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap dan pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang.
Macam-macam Pendekatan dalam Proses Pembelajaran
Sedikitnya terdapat 5 pendekatan pembelajaran yang perlu di pahami guru
untuk dapat mengajar dengan baik yaitu:
1. Pendekatan Kompetensi
Setidaknya terdapat beberapa landasan teoritis yang mendasari pendidikan berdasarkan pendekatan kompetensi.Pertama, adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok kearah pembelajaran individual.Melalui pembelajaran individual peserta didik di harapkan dapat belajar sendiri,tidak tergantung pada orang lain.Kedua,Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning)adalah suatu falsafah tentang pembelajaran yang mengatakan bahwa dengan system pembelajaran yang tepat semua peserta didik akan dapat belajar dengan hasil yang baik dari seluruh bahan yang di berikan.Landasan teoritis yang ketiga adalah usaha penyusunan kembali definisi bakat ,dalam pembelajaran perlu diberikan waktu yang cukup,terutama dalam penyelesian tugas/prektek pembelajaran agar setiap peserta didik dapat mengerjakan tugas belajar dengan baik.
2. Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan Keterampilan Proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar,aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan,keterampilan,nilai dan sikap,serta penerapanya dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pengertian tersebut, termasuk diantaranya keterlibatan fisik,mental dan social peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.
3. Pendekatan Lingkungan
Pendekatan Lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar
4. Pendekatan Kontekstual
Pembelajaran Kontekstual (Kontextual Teaching and Learning) yang sering disingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata,sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.
5. Pendekatan Tematik
Pendekatan Tematik (Thematic Approach) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.Oleh karena itu, pendekatan tematik sering juga disebut pendekatan terpadu(integrated).
DAFTAR PUSTAKA
Khanifatul,Pembelajaran inovatif:Strtegi Mengelola Kelas Secara Efektif dan Menyenangkan(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media,2013)
Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa,Belajar dan Pembelajaran(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media,2011)
Slameto,Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya(Jakarta:PT RINEKA CIPTA,2003)
E.Mulyasa,Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan menyenangkan(Bandung:PT.Remaja Rosdakarya Offset,2007)
http://ElisPuspiyati.blogspot.com/2013/3/makalah-efisiensi-pendekatan-dan-metode-belajar.html,diakses tanggal 14 September2014
[1]Khanifatul,Pembelajaran inovatif:Strtegi Mengelola Kelas Secara Efektif dan Menyenangkan(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media,2013),14.
[2]Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa,Belajar dan Pembelajaran(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media,2011),32
[3]Slameto,Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya(Jakarta:PT RINEKA CIPTA,2003),57.
[4]Ibid.,60
[5]Ibid.
[6]Ibid.,64
[7] Ibid,67-68
[8]Ibid.,69
[9]Slameto,Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya.,71.
[10] http://Elis Puspiyati.blogspot.com/2013/3/makalah-efisiensi-pendekatan-dan-metode-belajar.html,diakses tanggal 14 September2014
[11]E.Mulyasa,Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan menyenangkan(Bandung:PT.Remaja Rosdakarya Offset,2007),102
[12]Ibid.,104
0 comments:
Post a Comment